Akuntansi Perpajakan

Setiap pembayaran atau pemotongan pajak yang dilakukan oleh perusahaan merupakan transaksi finansial yang harus dicatat berdasarkan dengan tugas dan fungsi pokok akuntansi.

Pengertian Akuntansi Perpajakan

Sedangkan yang dimaksud dengan Akuntansi Perpajakan  ialah  akuntansi  yang diterapkan dengan memakai tujuan untuk dapat menetapkan besarnya  jumlah pajak yang terutang. Maka fungsi Akuntansi Perpajakan merupakan sebagai pengolah data secara kuantitatif yang dipergunakan untuk menyajikan  sebuah laporan keuangan dengan memuat jumlah perhitungan perpajakan.

Akuntansi Perpajakan

Akuntansi Perpajakan

Image Courtesy of  Grant Cochrane / FreeDigitalPhotos.net

Sifat Akuntansi Perpajakan

1. Pajak merupakan iuran masyarakat terhadap pemerintah yang bersifat dipaksakan dalam pembayarannya. Namun karena dipaksakan inilah sering terjadi saat petugas pajak berlaku semaunya atau tidak berlaku adil  dalam menjalankan tugasnya. Hal ini dapat dipicu dengan banyaknya wajib pajak yang tidak mematuhi  kewajiban dalam membayar pajak sebagaimana mestinya serta  adanya kekeliruan ketika mencatat transaksi, utamanya yang berhubungan pada perpajakan.

2. Pajak merupakan alat yang digunakan untuk membiayai beban atau pengeluaran pemerintah, yang di mana pemerintah menggunakan pajak sebagai sumber kegiatan operasional pemerintahan.

3. Wajib pajak tidak mendapat imbalan jasa secara langsung, namun wajib pajak mendapat suatu perlindungan dari negaranya yaitu mendapatkan pelayanan sesuai dengan haknya.

4. Pajak memilikii fungsi untuk mengatur segala aspek ekonomi,sosial dan budaya.

Berdasarkan cara pungutan, maka pajak dibagi atas dua bagian, yaitu:

a.   Pajak langsung

Pajak ini merupakan pajak penghasilan dan pajak kekayaan yang dikenakan secara berulang-ulang untuk waktu tertentu berdasarkan dengan undang-undang., di mana pajak penghasilan dan pajak kekayaan ini akan ditanggung dan dibayar oleh wajib pajak serta tak bisa dialihkan atau dipindahkan kepada orang lain.

b.   Pajak tidak langsung

Pajak tidak langsung merupakan pajak yang dikenakan ketika terjadinya sebuah transaksi kena pajak dan pajak ini dapat dipindahkan kepada orang lain. Contoh pajak tidak langsung yaitu pajak penjualan dan bea materai

Peran Akuntansi Perpajakan dalam perusahaan adalah bersifat signifikan yaitu sebagai berikut :

  • Memberikan untuk membuat suatu  perencanaan dan strategi perpajakan,
  • Memberikan analisa dan  dugaan  yang berkenaan dengan potensi pajak perusahaan pada waktu di masa yang akan datang.
  • Menerapkan perlakuan akuntansi terhadap peristiwa perpajakan dan menyajikannya dalam laporan komersial serta laporan fiskal perusahaan.
  • Untuk pengarsipan dan dokumentasi perpajakan menjadi lebih baik keadaannya dan sebagai bahan dalam melakukan penilaian kembali serta pemeriksaan.

Pada perusahaan  yang berada pada kelas menengah dan besar, maka kesadaran akan pentingnya sebuah Akuntansi Perpajakan telah ada dan sudah diterapkan secara serius. Namun tidak sedikit perusahaan belum menyadari bahwa betapa pentingnya akuntansi pajak tersebut tanpa melibatkan skala perusahaan baik skala menengah maupun besar. Maka ada pula terjadinya kecenderungan untuk mengabaikan sehingga untuk diserahkan pada konsultan, yang hampir pasti tidak akan mengetahui kegiatan operasional perusahaan yang dilakukan secara baik dan detail serta sangat mungkin untuk dapat menjerumuskan perusahaan.

Mengingat ada hubungan erat keterkaitan di antara aspek Akuntansi Perpajakan, implikasi dan konsekuensi pada setiap transaksi di perusahaan  pun terhadap pajak, maka rasanya mungkin tidak berlebihan apabila manajemen dan karyawan Akuntansi Perpajakan signifikan sangat diperlukan di dalam perusahaan. Pada sampai titik saat ini masih ada banyak perusahaan begitu merangkul dan mengambil pegawai-pegawai dalam bidang akuntansi sebut saja sebagai seorang akuntan yang akan menangani laporan komersial dan juga untuk menangani laporan perpajakan.

Jadi sebagai akibat sedikitnya seorang akuntan yang begitu sungguh-sungguh untuk memahami perpajakan bahkan menghitungnya pun masih ada banyak yang belum bisa menanganinya serta tidak memiliki cukup waktu dalam mengikuti perkembangan ataupun perubahan mengenai undang-undang dan regulasi perpajakan, sehingga banyak kejadian perpajakan yang tidak ditangani secara keseluruhan dengan baik dan berdasarkan pada aturan pajak yang telah ditetapkan. Maka berikut ini ada beberapa jenis pajak secara umum senantiasa selalu dihadapi oleh perusahaan , yaitu sebagai berikut :

Pajak ini dipungut atas penghasilan. Meskipun dalam penentuan besarnya Pajak Penghasilan,  sesuai dengan penghasilan bersih yang menurut Surat Pemberitahuan Tahunan Akhir bahwa wajib pajak diminta melakukan angsuran bulanan. Sehingga angsuran pajak perseroan akan dicatat sebagai akun beban/Pajak dibayar di muka. Sedangkan untuk akhir tahun akun beban/pajak dibayar di muka dilakukan sebuah ayat jurnal penyesuaian terhadap kewajiban pajak yang sesungguhnya.

Pajak Penghasilan karyawan atau Pajak Penghasilan 21

Pajak penghasilan karyawan adalah pajak yang menjadi beban bagi karyawan atas penghasilannya. Dengan demikian pajak tersebut bukan  merupakan beban bagi perusahaan. Sehingga dalam hal ini pun perusahaan hanya dapat berkewajiban untuk menghitung dan memotong gaji/upah. Oleh karena itu pada tiap terjadinya pemotongan yang telah dilakukan maka menimbulkan suatu akun hutang terhadap pemerintah sampai dilakukannya penyetoran ke kas negara di pemerintahan.

Pajak Penjualan dan Bea materai

Pajak ini dimaksudkan sebagai pajak yang dikenakan ketika terjadinya kejadian atau transaksi kena pajak yaitu penjualan, yang biasanya itu dibebankan pada pembeli.  Sedangkan Pajak Penjualanini merupakan bagian dari beban bukan aset dan dapat dialihkan kepada pihak lain jika barang yang tersedia tersebut dijual. Jadi, Pajak Penjualan dan bea materai pun juga tidak dicatat sebagai biaya dibayar di muka.

Tweet about this on Twitter0Share on Facebook16Share on Google+0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on Tumblr0

Nurul Ismhi