Akuntansi Perusahaan Dagang

Akuntansi Perusahaan Dagang memiliki fungsi utama yaitu menjembatani antara produsen yang menghasilkan suatu produk tertentu dengan konsumen yang membutuhkan produk dan mempertemukan antara produsen dan konsumen, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Yang harus dilakukan Akuntansi Perusahaan Dagang adalah melakukan pembelian terhadap barang-barang yang akan dijual. Barang yang akan dijual tersebut dapat dibeli kepada produsen barang secara langsung. Aktivitas pembelian ini mengakibatkan arus barang masuk ke perusahaan. Setelah itu, untuk membeli barang-barang tersebut perusahaan harus mengeluarkan uang sebagai bukti pembayaran, baik pada saat transaksi maupun pada kemudian hari.

Akuntansi Perusahaan Dagang

Akuntansi Perusahaan Dagang

Image Courtesy of  Grant Cochrane/ FreeDigitalPhotos.net

Sebagai akibatnya, terjadi arus kas keluar dari perusahaan. Dengan adanya barang dagangan, perusahaan harus melaksanakan aktivitas penjualan kepada konsumen langsung atau kepada pedagang lain yang menjadi perantara. Aktivitas ini mengakibatkan arus barang keluar perusahaan. Kemudian aktivitas penjualan ini perusahaan akan memperoleh penerimaan uang dari pelanggan. Akibatnya terjadi arus kas masuk dalam perusahaan.

Kelompok Utama Dalam Akuntansi Perusahaan Dagang

  1. Pembelian
  2. Pengeluaran kas
  3. Penjualan
  4. Penerimaan kas

Pada Akuntansi Perusahaan Dagang, lingkungannya memiliki beberapa aktivitas dan beberapa akun yang tidak dimiliki oleh perusahaan jasa, yaitu sebagai berikut :

  • Akun pembelian adalah akun yang berfungsi sebagai penampung kegiatan pembelian barang dagang perusahaan. Pembelian aktiva selain persediaan barang dagangan tidak ditampung dalam akun ini.
  • Akun penjualan adalah akun yang berfungsi sebagai penampung penjualan barang dagangan perusahaan. Aktivitas penjualan aktiva tidak ditampung dalam akun ini.
  • Akun persediaan adalah akun yang mengarah terhadap jumlah barang dagangan oleh perusahaan untuk periode awal atau akhir tertentu.
  • Harga Pokok Penjualan (HPP) adalah harga yang dipakai pada harga pokok atau harga beli barang yang dijual untuk suatu periode tertentu.
  • Akun potongan tunai adalah akun yang dipakai dalam penggunaan jumlah diskon atau pengurangan yang diberikan dari pihak penjual terhadap para konsumen yang disebabkan karena telah membayar secara tunai.
  • Akun retur penjualan adalah akun yang dipakai untuk penggunaan sejumlah barang yang telah dijual akan tetapi dikembalikan oleh pihak pembeli karena adanya kondisi yang tak sesuai  terhadap pesanan.
  • Akun potongan pembelian adalah akun yang dipakai dalam penggunaan pada sejumlah diskon yang telah diberikan oleh produsen kepada pihak pembeli karena telah membayar secara tunai atau kah sudah berada dalam waktu yang ditetapkan.
  • Beban pemasaran adalah beban yang dipakai untuk keseluruhan beban yang telah dikeluarkan oleh perusahaan untuk menjual dan menyalurkan barang-barang dagangannya hingga ke tangan pihak pengguna produk atau konsumen.
  • Beban administrasi dan umum adalah beban yang dipakai untuk keseluruhan beban operasional kantor atau perusahaan sebagai tahap perencanaan dan pengawasan serta kontrol.

Karena Akuntansi Perusahaan Dagang memiliki fungsi utama menjual barang dagangan (persediaan) yang dimilikinya, maka pencatatan dan perlakukan akuntansi terhadap persediaan yang dimiliki perusahaan akan berpengaruh langsung terhadap keseluruhan proses akuntansi di perusahaan tersebut.

Akuntansi Perusahaan Dagang

Akuntansi Perusahaan Dagang

Metode Pencatatan Aktivitas Dalam Akuntansi Perusahaan Dagang

  1. Metode periodik adalah metode yang digunakan untuk mencatat hal-hal yang berkaitan dengan persediaan barang dagangan dalam perusahaan dagang, dimana persediaan dicatat dan dihitung pada awal dan akhir periode akuntansi untuk menentukan harga pokok penjualannya. Metode ini banyak digunakan oleh perusahaan yang frekuensi transaksinya tinggi.
  2. Metode perpetual adalah metode yang digunakan untuk mencatat hal-hal yang berkaitan dengan persediaan barang dagangan dalam perusahaan dagang, dimana persediaan dicatat dan dihitung secara detail baik pada waktu dibeli maupun dijual. metode ini lebih cocok digunakan oleh perusahaan yang frekuensi transaksi yang tidak terlalu tinggi tetapi nilai per transaksinya besar.

Pada akhir periode akuntansi, para akuntan dalam Akuntansi Perusahaan Dagang juga harus melakukan penutupan buku akuntansi sebagai tanda berakhirnya pencatatan dan pelaporan akuntansi untuk periode tersebut. proses penutupan buku suatu perusahaan adalah dengan memindahkan akun-akun nominal ke akun-akun riil. Adapun langkah-langkah yang diperlukan dalam menyusun jurnal penutup, yaitu sebagai berikut :

  1. Menutup semua akun pendapatan yaitu dengan cara mendebet akun penjualan dan mengkredit akun ikhtisar laba rugi.
  2. Menutup semua akun beban yaitu dengan cara mendebet akun ikhtisar laba rugi dan mengkredit semua akun beban.
  3. Menutup akun ikhtisar laba rugi yaitu dengan cara mendebet akun ikhtisar laba rugi adan mengkredit akun modal pemilik sebesar selisih antara pendapatan dengan beban.
  4. Menutup akun prive yaitu dengan cara mendebet akun laba ditahan dan mengkredit akun dividen atau prive.
Tweet about this on Twitter0Share on Facebook8Share on Google+2Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on Tumblr0

Nurul Ismhi