Akuntansi Syariah

Akuntansi Syariah 4.62/5 (92.46%) 55 votes

Eksistensi Akuntansi Syariah sering dipertanyakan , begitu pula dengan perannya. Apakah Akuntansi Syariah memang harus ada atau tidak ? Bukankah akuntansi itu pada dasarnya sama saja maksud dan tujuannya ? Kalau memang beda , di mana letak perbedaannya dan kenapa harus berbeda ?

Definisi Akuntansi Syariah

Pertanyaan-pertanyaan di atas merupakan hal yang wajar. Akan tetapi tidak semuanya benar. Sebenarnya , secara alamiah pengertian Akuntansi Syariah dapat dilihat dari akar katanya yaitu akuntansi dan syariah. Definisi dari kata akuntansi merupakan identifikasi transaksi yang berlanjut menjadi langkah-langkah sehingga diperoleh sebuah informasi yaitu laporan keuangan yang akan digunakan dalam pengambilan keputusan pada para pengguna laporan keuangan baik eksternal maupun internal.

Akuntansi Syariah

Akuntansi Syariah

Sedangkan definisi dari kata syariah sendiri itu adalah aturan-aturan yang telah Allah SWT tetapkan untuk dipatuhi oleh seluruh umat manusia dalam melaksanakan segala bentuk aktivitas di dunia. Jadi , Akuntansi Syariah dapat diartikan sebagai proses akuntansi yang berdasarkan transaksi yang dilakukan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.

Oleh sebab itulah, keberadaan Akuntansi Syariah sangat diperlukan dalam menunjang dan mendukung suatu kegiatan yang dilakukan sesuai dengan syariah, karena tidak mungkin dapat diterapkan Akuntansi Syariah apabila transaksi yang akan dicatat oleh proses akuntansi itu tidak berdasarkan syariah. Untuk lebih memudahkan dalam memahami akuntansi syariah maka dibutuhkan sebuah pemahaman yang benar-benar berkaitan dengan Islam beserta substansinya pada kehidupan manusia.

Perkembangan Transaksi Akuntansi Syariah

Saat ini perkembangan yang begitu pesat pada kegiatan usaha dan lembaga keuangan ( misalnya bank, asuransi, pasar modal, dan sebagainya ) yang berbasis syariah. Perkembangan pemikiran akuntansi syariah juga semakin berkembang, di mana yang ditandai oleh makin diterimanya prinsip-prinsip transaksi syariah di dunia Internasional.

Akuntansi Syariah

Akuntansi Syariah

Kekuatan yang berawal dari penerapan transaksi syariah dimotori oleh sistem perbankan syariah dan kemudian baru akan dilanjutkan dengna sektor lainnya. Sistem perbankan syariah ini mempunyai sebuah perjalanan yang telah terekam begitu panjang. Yang diawali dengan Mit Ghmar Local Saving Bank di kota Mesir pada tahun 1963, lalu diambil alih dan direstrukturisasi oleh Pemerintah mesir menjadi Nasser Sosial Bank pada tahun 1972. Perkembangan tentang perbankan syariah masih terus berlanjut , bukan hanya di negara-negara Timur Tengah melainkan di negara Uni Eropa seperti Luksemburg , Swiss, dan Denmark. Perkembangan ini pun juga melebar di negara-negara Asia Tenggara yang secara mayoriti penduduknya itu beragama Islam. Di Malaysia , bank syariah yang pertama kali didirikan pada tahun 1982 sementara di Indonesia terjadi pada 9 tahun kemudian, dengan pendirian Bank Muamalat Indonesia tahun 1991.

Sektor syariah yang sedang mengalami perkembangan adalah transaksi yang bersifat investasi dan lembaga keuangan yang non-bank seperti Obligasi Syariah, Pasar Modal Syariah, Pendanaan Proyek Syariah, dan Dana Pensiun Syariah. Transaksi ini masih terus mengalami peningkatan. Di tengah berkembang pesatnya transaksi syariah ini , maka kebutuhan masyarakat atas akuntansi syariah semakin meningkat. Jadi , ada dua alasan yang pokok dalam keberadaan akuntansi yaitu pertama adalah suatu tuntutan atas pelaksanaan syariah dan kedua adalah adanya suatu kebutuhan yang disebabkan perkembangan transaksi Akuntansi Syariah yang begitu pesat.

Tweet about this on Twitter0Share on Facebook2Share on Google+0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on Tumblr

Nurul Ismhi