Belajar Akuntansi

Ilmu Akuntansi merupakan ilmu sosial yang berpadu dengan ilmu alam akan tetapi sesungguhnya ilmu akuntansi adalah ilmu pasti yang tidak bisa diganggu gugat posisinya meskipun terkadang terdapat kesalahan dalam membuat jurnal atau menghitung dengan tidak teliti.

Dalam Belajar Akuntansi, seseorang akan lebih mudah dalam menganalisis dengan baik perihal keuangan yang akan dihadapinya baik itu dari usaha yang mau dimulai atau bisa sebagai akuntan professional. Maka Belajar Akuntansi akan dimulai dengan memahami konsep debet dan kredit terlebih dahulu.

Belajar  Akuntansi

Belajar Akuntansi

Image Courtesy of  adamr / FreeDigitalPhotos.net

Dalam memahami konsep debet dan kredit, yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :

  • Pertama-tama harus senantiasa mengetahui dengan jelas bahwa transaksi atau kejadian hanya menggunakan lima unsur didalam akuntansi , yaitu aset, kewajiban, ekuitas atau modal, pendapatan , dan biaya atau beban.
  • Setelah itu memahami dengan tepat pengertian atas lima unsur diatas. Namun demikian jika mengalami kesulitan ketika menggunakan definisi dari para ahli yang dikemukakan mengenai pengertian unsure tersebut maka ada pengertian sederhana yang dapat dipaparkan sehingga mudah dipahami dengan tepat. Pengertian kelima unsure tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Aset merupakan seluruh kekayaan atau harta yang dimiliki, baik yang ada di pribadi maupun yang berasal dari tagihan orang lain.
  2. Kewajiban atau sering dikatakan sebagai hutang merupakan suatu komitmen yang wajib dibayar kepada orang lain yang disebabkan karena adanya pinjaman yang diperoleh.
  3. Ekuitas atau disebut sebagai modal adalah pemberian dari pribadi ataupun orang lain yang akan memulai sebuah usaha atau meningkatkan dana usaha yang sedang dijalankan.
  4. Pendapatan merupakan penyerahan barang ataupun jasa atau penerimaan yang bersifat material.
  5. Biaya atau beban adalah pengeluaran aset yang berkaitan dengan jasa yang diterima atau pengeluaran atas usaha yang dilakukan.
  • Mengingat dengan pasti bahwa setiap transaksi dalam Belajar Akuntansi ada dua akun yaitu dikatakan sebagai akun debet , akun ini harus diikuti dengan akun kredit sebagai lawannya.

Jadi mulai sekarang berusaha mencoba untuk menanamkan pada diri sendiri bahwa kelima unsur yang ada (aset, kewajiban, modal, pendapatan , dan beban) harus mengetahui kondisi atau posisi di dalam transaksi akuntansi, namun apabila kekeliruan datang maka hal tersebut tidak dapat berjalan dengan baik atau dengan kata lain pembuatan jurnal akan menjadi tidak tepat. Maka itulah sebaik mungkin memahami posisi dari kelima unsur tersebut, nah apabila aset bertambah maka akan dicatat pada kolom debet dan apabila berkurang maka akan dicatat pada kolom kredit. Adapun keadaan seperti itu sama halnya pada akun biaya. Sedangkan ketiga unsur lainnya yaitu kewajiban/hutang, ekuitas/modal , dan pendapatan memiliki keadaan yang sebaliknya , apabila bertambah maka dicatat dikolom kredit dan apabila berkurang akan dicatat pada kolom debet.

 Siklus Belajar Akuntansi

Setelah memahami kelima unsur tersebut maka dilanjutkan dengan mengetahui dan memahami dengan jelas prosedur atau siklus dalam akuntansi. Siklus Belajar Akuntansi ini merupakan langkah-langkah yang harus dipakai untuk membuat sebuah laporan keuangan yang berguna sebagai pengambil keputusan bagi pihak-pihak yang berkepentingan yaitu sebagai berikut :

  1. Mencatat transaksi keuangan yang sesuai dengan bukti aslinya dan menggunakan periode selama setahun,
  2. Melakukan pembukuan yaitu dengan membuat jurnal, dimana jurnal ada dua jenis yaitu jurnal umum dan jurnal khusus,
  3. Memposting atau memindahkan ke buku besar,
  4. Membuat neraca saldo sebelum penutupan
  5. Membuat ayat jurnal penyesuaian,
  6. Membuat neraca saldo setelah penyesuaian,
  7. Menyusun laporan keuangan yang terdiri atas empat bagian yaitu Laporan Laba rugi, Laporan Perubahan Modal, Neraca, dan Laporan Arus Kas (Cashflow),
  8. Membuat ayat jurnal penutup,
  9. Menyusun neraca saldo setelah penutupan,
  10. Membuat kertas kerja (worksheet)

Dengan demikian ada beberapa langkah dalam siklus Belajar Akuntansi yang tidak perlu dihafal cukup dengan memahami dengan benar langkah tersebut sehingga tidak akan menimbulkan kebingungan dalam menyusun sebuah laporan keuangan. Sebelumnya perlu diketahui bahwa menjurnal atau membuat ayat jurnal hanya memakai logika saja dalam mengetahui transaksi yang terjadi dan akun-akun yang sesuai dengan begitu posisi pada debet dan kredit menghasilkan jumlah yang sama. Sama halnya pada buku besar, buku ini hanya mengumpulkan dari seluruh ayat jurnal yang telah dibuat sebelumnya. Jadi nanti akan ada buku besar umum dan buku besar pembantu.

Tweet about this on Twitter1Share on Facebook10Share on Google+2Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on Tumblr0

Nurul Ismhi