Fungsi Manajemen

Fungsi Manajemen 4.94/5 (98.88%) 145 votes

Setiap perusahaan memiliki tujuan yang telah ditetapkan, karena tujuan ini akan memberikan arahan atau pedoman bagi kegiatan yang dilakukan dan digunakan untuk mengukur efektivitas kegiatannya. Untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan harus mengelola dengan baik beberapa faktor produksi yaitu antara lain, tenaga kerja, bahan baku, mesin, metode dan modal. Dari keenam faktor produksi tersebut harus dikembangkan semaksimal mungkin oleh perusahaan dengan menggunakan Fungsi Manajemen. Dapat diketahui bahwa manajemen adalah suatu proses yang meliputi kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian yang dilakukan untuk mencapai sasaran perusahaan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya. Adanya aktivitas manajemen yang sering dijumpai merupakan proses untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya.

Fungsi Manajemen

Fungsi Manajemen

Image Courtesy of  Stuart Miles / FreeDigitalPhotos.net

Fungsi Manajemen

A. Perencanaan

Fungsi perencanaan merupakan fungsi terpenting dalam Fungsi Manajemen. Perencaanan diperlukan untuk membawa perusahaan dalam mencapai tujuan pada masa yang akan datang. Perencanaan yang baik dapat memberikan beberapa keuntungan yaitu mengantisipasi dan menghindari masalah di masa datang, mengembangkan rangkaian langkah taktik dan strategik serta mengidentifikasi peluang di masa depan.

Bentuk- bentuk perencanaan dalam Fungsi Manajemen berikut :

  1. Tujuan merupakan suatu sasaran kegiatan yang dapat dicapai dalam jangka waktu tertentu.
  2. Kebijakan merupakan suatu pernyataan yang digunakan untuk mengambil keputusan terhadap tindakan-tindakan yang dijalani dalam mencapai tujuan.
  3. Strategi merupakan program yang dibuat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan menetapkan alokasi sumber daya yang diperlukan.
  4. Prosedur merupakan serangkaian tindakan yang akan dijalankan untuk mempermudah pelaksanaa kegiatan perusahaan.
  5. Aturan merupakan bagian dari prosedur berupa tindakan yang spesifik.
  6. Program merupakan kombinasi dari kebijakan, prosedur, aturan dan pemberian tugas disertai anggaran.

Dalam pelaksanaannya, terdapat dua jenis perencanaan yaitu antara lain :

  1. Perencanaan strategis adalah suatu proses untuk menganalisis mengambil keputusan yang meliputi misi, sasaran, strategi dan alokasi sumber daya.
  2. Perencanaan taktis adalah langkah-langkah untuk mencapai tujuan perencanaan strategis dalam jangka pendek yang berkenaan dengan apa yang harus dilakukan, siapa yang melakukan dan bagaimana melakukannya. Selain itu, mencakup kegiatan membuat anggaran tahunan, memilih prosedur yang spesifik bertujuan mengimplementasikan strategi perusahaan dan menetapkan serangkaian tindakan yang diperlukan guna meningkatkan kinerja operasional perusahaan.

B. Pengorganisasian

Dalam Fungsi Manajemen, pengorganisasian dapat diartikan sebagai suatu proses penciptaan antara berbagai fungsi, personalia dan faktor fisik agar pekerjaan yang dilakukan dapat terarah dan bermanfaat dalam suatu tujuan. Pengorganisasian mencakup beberapa kegiatan, antara lain :

  1. Mengelompokkan pekerjaan
  2. Membagi pekerjaan
  3. Mengembangkan mekanisme koordinasi
  4. Mendelegasikan wewenang

Pengorganisasian yang baik dapat memberikan beberapa keuntungan yaitu setiap anggota organisasi dapat mengetahui dengan jelas kewajiban, tugas dan tanggung jawab. Menjalin hubungan yang baik antar anggota organisasi maupun antar organisasi sehingga akan mempermudah dalam mencapai tujuan organisasi.

C. Pengarahan

Tujuan manajer adalah menyelaraskan tujuan perusahaan dengan tujuan individu agar tidak terjadi permasalahan dalam organisasi. Untuk itulah diperlukan pengarahan dalam Fungsi Manajemen, agar semua anggota organisasi dapat melakukan kegiatan yang ditentukan ke arah tujuan yang telah dicapai. Dengan demikian, kegiatan pengarahan menyangkut masalah motivasi, masalah kepemimpinan dan masalah pengembangan komunikasi.

  1. Motivasi

Dalam memberikan motivasi, manajer harus mempengaruhi sikap bawahan agar bersedia menjalankan tugas-tugasnya selaras dengan tujuan organisasi. Faktor-faktor terpenting dalam mempengaruhi motivasi adalah tujuan dan persepsi individu/kelompok, kebutuhan pribadi dan cara dalam mewujudkan kebutuhan, tujuan dan persepsi. Selain itu, ada dua jenis motivasi yaitu motivasi positif (mempengaruhi orang lain dengan memberikan tambahan tingkat kepuasan) dan motivasi negatif (mempengaruhi orang lain dengan memberikan ancaman atau mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu dengan terpaksa).

  1. Kepemimpinan

Pengarahan dalam hal kepemimpinan lebih terarah pada proses yang dapat memberikan motivasi untuk bekerja pada tujuan yang akan dicapai. Seorang pemimpin dapat mengarahkan dan mempengaruhi bawahan agar bersedia melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik. Keberhasilan seorang pemimpin dalam melaksanakan tugasnya lebih banyak ditentukan oleh keahlian dalam menggerakkan orang lain agar bekerja dengan baik yaitu keterampilan manajerial daripada keterampilan teknis.

  1. Komunikasi

Komunikasi merupakan kegiatan timbal balik dalam memberi ide dan keterangan yang sangat diperlukan dalam setiap usaha kerja sama manusia untuk mencapai tujuan. Komunikasi memiliki fungsi sebagai sarana penyaluran masukan sosial, sarana untuk menjalankan aktivitas yang terorganisir dan sarana untuk mempengaruhi perubahan serta sarana untuk mencapai tujuan. Dalam pelaksanaan kegiatan operasional, terdapat tiga macam komunikasi yaitu komunikasi ke bawah, komunikasi ke atas, dan komunikasi horizontal.

D. Pengendalian

Fungsi Manajemen yang terakhir adalah fungsi pengendalian, merupakan kegiatan/aktivitas untuk menemukan, mengoreksi adanya penyimpangan terhadap hasil yang dicapai kemudian membandingkan dengan rencana kerja yang telah ditetapkan sebelumnya. Proses pengendalian melakukan pencatatan pada setiap perkembangan ke arah tujuan pokok perusahaan, sasaran dan prosedur pencapaiannya. Adapun langkah-langkah dalam proses pengendalian, yaitu sebagai berikut:

  1. Menetapkan standar dan metode, dalam langkah ini dilakukan untuk mengukur prestasi.
  2. Mengukur prestasi kerja, pelaksanaan dalam langkah ini adalah proses kesinambungan dan berulang-ulang serta frekuensi tergantung pada jenis aktivitasnya.
  3. Menentukan apakah prestasi kerja memenuhi standar, langkah ini merupakan tindak lanjut dengan membandingkan langkah pertama dan kedua.
  4. Mengambil tindakan koreksi, langkah ini diperlukan apabila terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan organisasi.
Tweet about this on Twitter0Share on Facebook0Share on Google+0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on Tumblr

Nurul Ismhi