Laporan Keuangan Syariah

Laporan Keuangan Syariah 4.82/5 (96.42%) 110 votes

Berdasarkan tujuan dalam Laporan Keuangan Syariah yang berupa dalam mewujudkan kebaikan terhadap berbagai kegiatan manusia tidak terkecuali mengenai dalam kegiatan ekonomi yang dirangkum juga kegiatan akuntansi. Dengan demikian yang direfleksikan pada laporan keuangan tersebut memiliki sebuah tujuan yang tak bertolak belakang dengan tujuan syariah.

Sesuai pada tujuan akuntansi syariah maka dalam hal Laporan Keuangan Syariah ini memiliki dua penekanan yaitu pertama adalah tekanan yang bersifat ideal. Yang dimaksud tekanan ideal yaitu suatu pemenuhan kewajiban yang secara langsung berkaitan dan berhubungan dengan Allah SWT misalnya pemenuhan kewajiban dalam zakat sedangkan yang kedua adalah tekanan bersifat praktis, ini dimaksudkan sebagai penekanan untuk memperoleh informasi-informasi dari kegiatan usaha teruntuk yang diperlukan pemilik dan tujuan lainnya yaitu untuk menciptakan hubungan sosial tanpa adanya perselisihan.

Sebuah proses akuntansi yang diawali dengan identifikasi kejadian dan transaksi hingga sebuah penyajian dalam bentuk informasi (Laporan Keuangan Syariah) yaitu laporan keuangan membutuhkan sebuah kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan, Kerangka dasar akuntansi merupakan sistem yang berada pada tujuan-tujuan serta sifat dasar yang mengarah pada sebuah standar yang konsisten dan ini berupa sifat-sifatnya , fungsi, dan batasan dari akuntansi keuangan serta laporan keuangan.

Laporan Keuangan Syariah

Laporan Keuangan Syariah

Kerangka dasar yang dibutuhkan agar diperoleh standar dan aturan yang bersifat koheren serta disusun atas dasar yang sama sehingga memperluas pengertian dan kepercayaan dari para pengguna laporan keuangan, serta dapat dibandingkan pada perusahaan atau periode yang berbeda. Selain itu, berfungsi sebagai jalan atau solusi atas masalah-masalah praktis yang muncul sesuai dengan perkembangan yang kompleks dari  lingkungan bisnis.

Kerangka Dasar Laporan Keuangan Syariah

Jadi, apakah kerangka dasar pada akuntansi konvensional dapat dipakai untuk kerangka dasar akuntansi syariah, ataukah diperlukan sebuah kerangka dasar yang bersifat khusus dalam akuntansi syariah. Maka hal ini telah banyak dilakukan beberapa penelitian di bidang akuntansi, baik dari peneliti muslim maupun non-muslim. Mereka menelaah beberapa teori dan mengkaji mengenai tujuan maupun kerangka dasar atas laporan keuangan syariah. Tujuan akuntansi keuangan dan laporan keuangan menurut lembaga yang berbasis syariah pada akuntansi dan audit adalah sebagai berikut:

  1. Dapat digunakan sebagai pedoman untuk dewan standar agar menghasilkan sebuah standar yang konsisten.
  2. Dapat membantu bank dan lembaga keuangan syariah dalam memilih berbagai alternatif metode akuntansi ketika standar akuntansi belum tersusun teratur.
  3. Jika dapat diungkapkan dengan baik maka akan dapat meningkatkan kepercayaan serta meningkatkan pemahaman informasi akuntansi.
  4. Dapat membantu untuk memandu pihak manajemen dalam membuat berbagai pertimbangan atau keputusan ketika menyusun sebuah laoran keuangan.

Sedangkan pemakai laporan keuangan dan kebutuhan informasi adalah sebagai berikut :

1)      Pemegang Investasi

2)      Pemegang Saham

3)      Pemilik Dana

4)      Pemilik Dana Tabungan

5)      Pengelola Zakat

Prinsip dasar dalam ekonomi Islam menurut Ibnu Al-A’rabi yaitu :

1)     Dilakukan secara adil

2)     Larangan terhadap bunga

3)     Tidak boleh memasukkan suatu hal yang belum pasti

4)   Harus mempertimbangkan sebuah tujuan yang sesuai dengan tuntunan Islam  dan kesejahteraan yang ada di muka bumi.

Dengan demikian beberapa jenis laporan keuangan yang berdasarkan syariah adalah sebagai berikut :

  1. Laporan Laba Rugi
  2. Neraca atau Laporan Perubahan Posisi Keuangan
  3. Laporan Perubahan Ekuitas
  4. Laporan Arus Kas
  5. Laporan Perubahan Investasi yang Dibatasi dan Ekuivalennya
  6. Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Qard Hasan
  7. Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Zakat serta Dana Sumbangan
Tweet about this on Twitter0Share on Facebook0Share on Google+0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on Tumblr

Nurul Ismhi