Makanan Organik dan Non-Organik

Pernahkah Anda mendengar makanan organik dan non organik ?

Dalam tulisan ini akan dipaparkan lebih jelas mengenai perbedaan makanan organik dan non organik. Artikel ini akan menjelaskan tentang kedua jenis makanan tersebut. Pada  jenis makanan organik telah menjadi bahan pembicaraan dan memang senantiasa menjamur bak kacang goreng. Kebanyakan masyarakat paham dan mengaku tentang pola hidup sehat. Bahkan turut merelakan untuk membayar dua bahkan tiga kali lipat dari harga makanan yang berasal dari non organik. Namun apakah sebenarnya perbedaan jenis makanan organik dan non norganik ?. Beberapa waktu yang lalu dilansirkan sebuah penelitian dari Stanford University yang mengungkapkan bahwa makanan non organik masih lebih sehat dibandingkan makanan organik, dalam artian bahwa makanan organik sebenarnya tak lebih sehat.

Kini makanan organik sudah menjamur di masyarakat sehingga kebanyakan orang lebih terpusat akan khasiat dari makanan organik

Kini makanan organik sudah menjamur di masyarakat sehingga kebanyakan orang lebih beralih terhadap makanan tersebut karena kaya akan khasiat

Image Courtesy of  zirconicusso /  FreeDigitalPhotos.net

Beberapa dari para ilmuwan telah melakukan penelitian pada sayuran, buah-buahan organik dan non organik, daging, ayam, gandum, telur, dan susu. Sehingga hasil yang dilaporkan yaitu bahwa mereka tidak sama sekali menemukan titik perbedaan antara makanan konvensional atau non organik dan organik. Dalam hal ini banyak penelitian yang tidak dapat merincikan panduan atau standar apa yang dapat dikatakan sebagai makanan organik dan harganya bisa mencapai dua kali lipat dari makanan non organik.

Jadi , sebenarnya tidak bisa diragukan lagi bahwa sayuran dan buah-buahan yang tumbuh secara alami tidak begitu memiliki banyak pestisida. Sekali lagi para ilmuwan mengatakan bahwa pada makanan konvensional atau non organik ternyata tidak melebihi batas yang normal. Namun ternyata beberapa pembeli atau pengguna tidak ingin lagi memeriksa akan hadirnya makanan organik yang dikonsumsinya sehingga adanya kekuatan efek terhadap diri mereka sendiri dan hanya beberapa dari mereka saja yang tetap konsisten dalam memilih makanan organik serta tetap setia kepada makanan tersebut hingga akhir waktu.

Semakin banyak orang yang membeli makanan organik dari waktu ke waktu, mereka bergantian dengan orang-orang biasa saja sehingga efeknya terlihat dapat dibedakan. Dan yang tersisa yaitu mereka yang hanya setia pada makanan yang bermerek iklan tetapi tidak serta merta akan mempengaruhi kesehatan namun ini hanya kemungkinan kecil saja.

Makanan organik memiliki kadar rendah dari racun pestisida sehingga sebagian orang mengonsumsinya bahkan untuk anak-anak mereka

Makanan organik memiliki racun pestisida yang kadar rendah sehingga sebagian orang mengonsumsinya bahkan untuk anak-anak mereka

Image Courtesy of  Suat Eman  /  FreeDigitalPhotos.net

Menurut standar Kementerian Pertanian Amerika Serikat bahwa peternakan dan pertanian organik harus turut menghindari dari penggunaan pestisida, hormon, pupuk sintetik dan antibiotik. Hewan ternak pun harus mendapat akses ke padang rumput sesuai dengan musimnya yaitu saat musim merumput.

Bagi mereka yang terbiasa mengonsumsi bahan mankanan non organik.  Apakah ada bahaya bagi tubuh mereka ?, dan apakah kadar akan zat pestisida beserta bahan kimia dari bahan pangan non organik juga menjulang tinggi ?. dan juga apakah zat pestisida pada makanan organik betul-betul tidak terkandung di dalamnya. Itulah pertanyan-pertanyaan yang muncul mengenai polemik antara makanan organik dan makanan non organik  Maka sebaiknya kita perhatikan secara seksama mengenai pengertian pestisida yang ada pada bahan makanan, zat ini merupakan unsur karsinogen dalam jumlah tertentu dan jika dikonsumsi secara bertahap akan bisa menimbulkan kanker dan toksisitas terhadap organ hati beserta ginjal. Dalam hal ini, maka perlu pengendalian mengenai penggunaan kadar pestisida oleh badan kesehatan.

Dalam mengonsumsi produk organik di mana produk ini ditanam dengan tanah yang bebas bahan kimia kemudian disiram oleh air yang bebas dari kontaminasi bahan kimia juga dan ini sudah pasti akan memperkecil kecenderungan dengan keadaan tubuh yang bebas dari pestisida atau bahan kimia lainnya. Akan tetapi muncul sebuah masalah yang terbesar yaitu penggunaan standar  organik yang masih rawan dan sangat bebas pengertiannya di Indonesia. Sehingga, sangat sulit untuk menjamin apakah label pada makanan organik yang digunakan lalu dikonsumsi telah memenuhi ketentuan dan sertifikasi organik secara internasional.

makanan yang berlabel organik belum tentu memiliki jaminan atas ketentuan dan sertifikasi organik secara internasional

makanan yang berlabel organik belum tentu memiliki jaminan atas ketentuan dan sertifikasi organik secara internasional

Image Courtesy of  James Barker  /  FreeDigitalPhotos.net

Dapat diketahui bahwa di negara Amerika Serikat mengenai pertanian konvensional, mereka menggunakan pestisida demi menghilangkan serangga lalu mengumpulkan hewan dengan kondisi yang tertutup dan sesak sambil memberikan zat antibiotik dalam pakan tersebut serta fungsi lainnya yaitu untuk membesarkan badan serta mengusir wabahnya penyakit. Pada BPOM-nya di negara Amerika Serikat ternyata telah memeriksa tipe antibiotik yang akan digunakan dalam pakan dan bagaimana hal ini dapat berpengaruh pada efek resisten obat di manusia.

Kelebihan dan Kekurangan Makanan Organik & Non-organik

Sebuah pernyataan diungkapkan bahwa makanan organik memiliki khasiat yang sangat baik untuk kesehatan terutama bagi pertumbuhan anak-anak. Tetapi muncul hasil riset yang terbaru dan berkata lain yaitu pada makanan organik ternyata tidak mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh anak-anak. Malahan makanan non organik sendiri yang mengandung lebih banyak nutrisi yang sangat dibutuhkan bagi anak-anak. Hasil penelitian ini pula dianggap sama oleh American Academy of Pediatrics atau disingkat AAP.

Kemudian kembali mencuat pada diri kita mengenai pemahaman kita selama ini pada makanan organik sudah salah. Namun sebenarnya itu belum dapat dipastikan juga. Meskipun makanan organik telah dinyatakan tidak mengandung nutrisi, akan tetapi makanan organik memiliki kandungan yang rendah terhadap bahan kimia berbahaya yaitu racun pestisida yang rendah kadarnya bila dibandingkan oleh makanan non organik.

Dalam merawat produk organik berbeda dengan non-organik dari segi tanah dan air yang bebas dari bahan kimia

Dalam merawat produk organik berbeda dengan non-organik dari segi tanah dan air yang bebas dari bahan kimia

Image Courtesy of  bplanet /  FreeDigitalPhotos.net

Di luar sana ternyata ada beberapa orang tua tetap setia memberikan makanan organik kepada buah hatinya. Alasan sederhananya yaitu untuk melindungi sang buah hati dari racun pestisida. Selain itu ada juga kajian yang memaparkan hasil penelitian yang menjadi acuan betapa pentingnya makanan organik bagi si buah hati. Maka dari itu beberapa alasan lainnya mengapa makanan organic penting untuk si buah hati adalah sebagai berikut

  1. Makanan non organik mempunyai kandungan racun perstisida sebanyak 32% lebih tinggi daripada makanan organik. Dan menurut penelitian bahwa sekelompok anak yang sering mengonsumsi makanan organik akan memiliki kadungan pestisida yang rendah pada urinnya. Selain itu, selama 5 hari juga kondisi anak-anak dalam mengonsumsi makanan organik akan terjaga kesehatannya dan semakin membaik. Sebenarnya anak-anak yang diberikan manakan non organik juga tetap sehat. Namun tidak bisa menjamin apakah anak-anak memiliki kesehatan yang baik dalam periode waktu yang lama dan bertahan.
  2. Anak-anak yang banyak mengonsumsi makanan organik mempunyai tingkat risiko yang rendah bagi mereka yang menderita ada kelainan kulit kronis
  3. Bagi Ibu yang sedang menyusui mengonsumsi makanan organik ternyata berefek baik untuk ASI yaitu ada kandungan lemak rendah terhadap ASI-nya. Sehingga dapat menghindari si buah hati dari risiko kegemukan.

Jadi sebagian orang lebih mengarah kepada sayuran dan bahan makanan lain yang bersifat organik karena mereka ingin lebih bisa sehat. Meskipun bahan makanan organik yang dikatakan sebelumnya bahwa tidak lebih sehat dari makanan non-organik. Dan diakui juga bahan makanan organik ini memang lebih rendah racun pestisida dan antibiotik, tetapi pada dasarnya kandungan vitamin dan nutrisi pada produk organik ternyata sama saja dengan yang berproduk non-organik. Meskipun belum diketahui secara jelas apakah ada pengaruh residu terhadap racun pestisida dalam makanan terhadap kondisi kesehatan, akan tetapi para peneliti menganjurkan kepada konsumen untuk bersikap lebih waspada.  Maka jadilah kita sebagai konsumen cerdas dengan memilih makanan yang tidak mengandung pestisida dan memang kita masih membutuhkan penekanan terhadap penelitian yang lebih dalam mengenai perbedaan kesehatan dan keamanan antara makanan yang berlabel organik dan non-organik. Sehingga kita masih terlalu dini apabila disimpulkan bahwa makanan yang berasal dari produk organik tidak lebih sehat.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan menginspirasi buat kehidupan Anda.

Terima Kasih.

Tweet about this on Twitter0Share on Facebook0Share on Google+0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on Tumblr

Nurul Ismhi