Model Ekonomi Islam

Model Ekonomi Islam 4.91/5 (98.20%) 73 votes

Keruntuhan yang terjadi pada sistem keuangan Barat membuat para ahli ekonomi mempunyai sebuah kesempatan yang baik untuk menyediakan Model Ekonomi Islam guna menegakkan keadilan dan meraih kesejahteraan masyarakat. Sekaligus menjadikan panutan bagi para ahli dari berbagai kalangan non-muslim.

Sejarah Model Ekonomi Islam

Krisis ekonomi yang terjadi di negara Amerika Serikat dan Uni Eropa memperluas kesempatan besar untuk umat Islam di Eropa untuk membuatkan diri sebagai pelopor dalam perubahan ekonomi di Benua Eropa. Kini, prinsip-prinsip yang utama untuk Kapitalisme bagaikan tangan yang tak terlihat di pasar, perdagangan bebas dalam kebenarannya tidak pernah gratis dan juga secara transparansi adanya riba sangat ditentang oleh kalangan umat non-Muslim di Uni Eropa dan sekitarnya. Keadaan ini membuka peluang besar untuk para ahli ekonomi dan institusi ekonomi dari kalangan Muslim. Mereka tidak perlu lagi menyimpan perspektif Islam mengenai ekonomi, bahkan sebaliknya mereka bersifat aktif yang dapat memperlihatkan Model Ekonomi Islam sebagai solusi dalam masalah yang kontemporer.

Model Ekonomi Islam

Model Ekonomi Islam

Lima atau sepuluh tahun yang lalu , saat para ahli ekonomi Muslim berbicara mengenai betapa pentingnya sebuah ekonomi yang bersih dari riba, sehingga gampang sekali gagasan mereka itu ditentang dan digugat sebagai dogmatisme agama yang bersifat tidak relevan dalam dunia kontemporer. Hal tersebut kini tidak terjadi lagi, hari ini para ekonom non-Muslim sendiri pun telah terbuka dalam mempertanyakan mengenai ekonomi dunia yang tidak sesuai dengan moral dan bersifat rasional.

Menurut seorang ahli ekonomi , dalam penelitiannya bahwa rata-rata semua orang membayar sekitar 40 % untuk semua barang dan jasa yang telah dipakai, hal ini disebabkan karena produsen barang dan jasa pun memasukkan bunga pada harga dan juga para praktis ekonomi yang kontemporer mewajibkan untuk setiap orang membayar bunga walaupun tidak pernah meminjam uang di bank.

Model Ekonomi Islam

Model Ekonomi Islam

Konsep Ekonomi Islam

Konsep ekonomi Islam saat ini mempunyai pendukung yang cukup besar untuk bersedia dalam menghindari sifat kapitalisme. Agam Islam pun meniadakan adanya disposisi manusia dalam mencari  sebuah karunia Ilahi dan keuntungan dengan tetap menjaga target dunia. Pada dasar kebenarannya bahwa setiap manusia ingin sekali melihat sebuah hasil yang nyata dari kesejahteraan, karena pada tingkat yang  tertentu semua akan bergantung dengan materi (uang). Karena itulah dengan membangun organisasi ekonomi yang mempertanyakan mengenai dogma kapitalis, maka para ahli Model Ekonomi Islam akan berkesempatan berada dalam menjadikan kekuatan utama ekonomi global.

Orang di Negara Eropa sudah dilahirkan pada lingkungan yang penuh dengan sifat materialisme dimana adanya kedaulatan Ilahi itu tak sejalan atau dibuat seolah tak relevan. Jadi, untuk memanggil dan membujuk mereka , para ahli ekonomi Muslim itu dituntut dalam berbicara memakai bahasa mereka mengenai kesejahteraan ekonomi. Saat setelahnya para ahli ekonomi non-Muslim di negara Eropa melihat bahwa keadaan tentang konsep-konsep ekonomi Islam yang begitu aktif dapat memberikan kontribusi dalam memberantas dan mengatasi berbagai masalah kontemporer, maka mereka akan segera menghancurkan imperialis dan pembicaraan mereka terhadap teman-teman Muslim, sehingga hal itu akan memang diarahkan di kalangan para penguasa negara Barat.

Apabila dunia Islam telah mengalami krisis keuangan, sedangkan lembaga-lembaga keuangan konvensional masih tetap muncul dengan baik di hadapan publik dibandingkan dengan lembaga keuangan Islam, maka ini sudah menjadikan Barat dengan deretan media , para pemikir dan juga  lembaga penelitian akan terus menghujat keberadaan mengenai filsafat ekonomi Islam.

Peluang besar akan muncul seiring dengan dapat memperkuat sosio-politik gerakan Islam di hamparan dunia dan mempererat kerjasama yang begitu kokoh dengan sesama non-Muslim serta menjalin komitmen demi keadilan sosial yang tinggi. Dengan mendirikan lembaga ekonomi Islam sesuai dengan rencana praktisnya merupakan hal yang menjadi kebutuhan mendesak. Para pengusaha Muslim dan ahli ekonomi sudah seharusnya membentuk dan mendirikan pusat keuangan independen atau dengan membentuk jaringan dimana mereka dapat aktif dalam mengejar proyek sesuai dengan Model Ekonomi Islam.

Tweet about this on Twitter0Share on Facebook1Share on Google+0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on Tumblr

Nurul Ismhi