Pelajaran Bahasa Indonesia

Pelajaran Bahasa Indonesia 4.84/5 (96.89%) 151 votes

Pembahasan Mengenai Pelajaran Bahasa Indonesia. Pelajaran Bahasa Indonesia mulai diperkenalkan dan diketahui pada tingkat sekolah sejak kelas satu Sekolah Dasar. Bagaikan ulat yang hendak bermetamorfosis menjadi sebuah kupu-kupu. Pelajaran Bahasa Indonesia yang terlalu monoton bisa membuat para siswa merasakan gejolak kejenuhan akan adanya belajar Bahasa Indonesia.

Pelajaran Bahasa Indonesia

Sehingga hal tersebut akan menjadi parah dengan adanya buku paket menjadi buku wajib. Namun isi dari materinya itu terlalu luas dan juga kemungkinan bersifat hafalan yang sungguh membosankan. Nah, Inilah yang kemudian akan dapat memupuk sifat yang menganggap remeh terhadap Pelajaran Bahasa Indonesia yang disebabkan karena materi tersebut yang diajarkan hanya seputar itu-itu saja. Tak ada yang bernuansa kreatif pada sajian di materi tersebut.

Pelajaran Bahasa Indonesia

Pelajaran Bahasa Indonesia

Image Courtesy of Naypong / FreeDigitalPhotos.net

Pembelajaran bahasa, baik itu bahasa Indonesia sebagai bahasa yang pertama maupun bahasa kedua, maka sangat perlu diperhatikan bahwa beberapa variabel, misalnya bersifat linguistik maupun bersifat nonlinguistik yang dapat memunculkan sebuah keberhasilan akan proses dalam mempelajari bahasa. Kemudian kedua variabel bukan hanya hal yang bisa terpisah atau kah berdiri sendiri-sendiri, melainkan merupakan hal yang sangat berpengaruh, saling berinteraksi dan saling berkaitan.

Secara klasik memang bahasa Indonesia telah muncul ketika berabad-abad yang lalu. Namun kemudian saat itu masih bernama bahasa Melayu. Lalu hal itu pula disebabkan karena letak Indonesia berdempetan dengan beberapa negara yang menolak dirinya untuk sebagai rumpun bangsa Melayu, yaitu Malaysia dan Singapura. Hanya saja, sejak era pada Kebangkitan Nasional dengan Budi Utomo yang sebagai sang pelopor terhadap gerakan kebangkitan bangsa, maka istilah bahasa Indonesia pun mulai diperkenalkan guna mengakomodir dan mengatur bahasa nasional yang dapat saling berkomunikasi antara masyarakat satu dengan yang lainnya sesuai tempat di daerahnya.

Sebagaimana kita ketahui juga bahwa Bahasa Indonesia merupakan bahasa ibu, yaitu bangsa Indonesia. Pada semua warga Negara Indonesia pula diasumsikan dapat memakai dan menggunakan Bahasa Indonesia dalam berkomunikasi untuk kegiatan sehari-hari. Dengan demikian hal ini tentu sajalah dipastikan dengan cara melihat serta memahami komunikasi kita dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun sebagai bahasa yang telah kita gunakan dalam komunikasi, kita tetap memiliki kewajiban untuk mendapatkan Pelajaran Bahasa Indonesia dalam pendidikan formal. Sehingga hal ini pula menjadi suka ataupun tidak suka anak-anak pun harus bisa mengikuti dan mendapatkan pelajaran ini mulai pada jenjang pendidikan dasar hingga ke pendidikan tinggi. Kita akan beranggapan bahwa Pendidikan Bahasa Indonesia merupakan pelajaran yang tidak begitu penting, menyatakan dalam diri bahwa pelajaran ini menjadi pelajaran nomor dua, tidak terlalu menyenangkan, sungguh bosan dan lain sebagainya. Sehingga anggapan seperti itu akan berdampak pada hasil akhir bagi Pelajaran Bahasa Indonesia yang tidak optimal atau juga tidak berdasarkan pada tujuan pembelajaran.

Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan, sehingga bahasa ini diwujudkan sebagai alat untuk mempersatukan bangsa Indonesia yang terdiri atas beragam suku, budaya, dan bahasa. Dengan memakai bahasa Indonesia ini maka setiap orang yang berasal dari daerah berbeda akan dapat saling mengerti dan memahami antara satu dan lainnya, karena mereka menjalin komunikasi dengan menggunakan  satu bahasa, yaitu pakai bahasa Indonesia. Bayangkan saja bagaimana jikalau bahasa Indonesia ini tidak ada ? Maka mereka sudah pasti juga akan menggunakan bahasa masing-masing yang ada di daerahnya. Selain sebagai alat pemersatu, Bahasa Indonesia juga sebagai salah satu budaya Indonesia.

Pelajaran Bahasa Indonesia sendiri juga telah mengalami banyak problematik yang berliku-liku serta mencetak sebuah sejarah yang tersendiri. Bahasa Indonesia ini dipandang pada dalam dua perspektif. Yaitu yang pertama, bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama dan kedua, bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua. Adanya tantangan muncul saat pengajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua berada di tengah-tengah sebagai upaya untuk harus melestarikan bahasa pertama atau dikenal dengan istilah bahasa ibu. Konon katanya, jumlah bahasa ibu yang terdapat di negeri kita ini adalah jumlah paling banyak di seluruh dunia, yang maksudnya yaitu bahwa bahasa ibu yang ada di Indonesia jauh lebih banyak jumlahnya dibandingkan yang ada di negara-negara lain. Inilah yang membuat kita sebagai pemakai dalam Pelajaran Bahasa Indonesia yang dapat menempatkan diri, sehingga bahasa Indonesia tersebut bisa mempertahankan keberadaannya serta tak lupa pula untuk tidak mengabaikan bahasa daerah pada setiap daerahnya atau bahasa ibu.

Tweet about this on Twitter0Share on Facebook0Share on Google+0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on Tumblr

Nurul Ismhi