Pengertian Akuntansi

Pengertian Akuntansi 4.87/5 (97.30%) 137 votes

Kini hadirnya ilmu akuntansi digunakan sebagai alat pembantu dalam pengambilan keputusan keuangan atau ekonomi yang semakin disadari oleh para usahawan. Jadi peran dalam Pengertian Akuntansi ini dapat membantu untuk melancarkan tugas manajemen yang lebih dominan, terutama melaksanakan fungsi perencanaan dan pengawasan. Oleh karena itulah, ilmu akuntansi semakin banyak dipelajari oleh para usahawan bahkan tak ketinggalan pula para generasi muda lainnya yang berminat untuk mengambil jurusan akuntansi di jenjang pendidikan mereka karena ilmu ini ternyata masih terbuka cukup lebar dalam peluang kerja.

Pengertian Akuntansi dimaknai sebagai suatu ilmu dalam dunia usaha yang berperan penting dalam menjalankan kegiatan perusahaan. Jikalau penerapan ilmu akuntansi pada suatu perusahaan dilakukan dengan baik, maka perusahaan lebih bersifat bijaksana dan professional untuk mengambil kebijakan atau keputusan dan hal tersebut disebabkan agar dapat keputusan itu benar-benar diambil demi menunjang keberhasilan usaha.

Pengertian Akuntansi dan konsep dasar

Berdasarkan sudut pemakaianya, Pengertian Akuntansi diartikan sebagai suatu disiplin ilmu yang menyiapkan beberapa informasi yang diperlukan untuk melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan secara lebih efisien. Adapun yang menjadi tujuan utama dari ilmu akuntansi ialah untuk menyajikan informasi ekonomi dari kesatuan ekonomi terhadap pihak-pihak yang berkepentingan baik kepentingan internal maupun eksternal. Namun yang dimaksud kesatuan ekonomi ini adalah badan usaha atau dapat dikatakan juga sebagai suatu perusahaan. Jadi informasi-informasi ekonomi yang dihasilkan inilah menjadi sebuah kegunaan untuk pihak-pihak yang berada dalam perusahaan seperti manajemen, direktur, debitur, pemasok atau supplier dan sebagainya sedangkan yang menjadi pihak-pihak di luar perusahaan seperti kreditur. Para investor yang menanam modal di perusahaan, serta pihak pemerintah yang berkaitan langsung pada pajak perusahaan.

Jadi untuk menghasilkan informasi-informasi ekonomi, perlu diperhatikan bahwa suatu perusahaan harus dapat melakukan metode pencatatan, pengklasifikasian atau penggolongan, analisa dan pengontrolan adanya transaksi serta kegiatan-kegiatan keuangan. Dan setelah itu melaporkan hasilnya kepada pihak internal perusahaan. Yang menjadi kegiatan dalam Pengertian Akuntansi yaitu meliputi :

  1. Identifikasi dan pengukuran data yang bersifat relevan dalam pengambilan keputusan.
  2. Pemrosesan data yang saling berkaitan dan melakukan data pelaporan informasi yang akan dihasilkan.
  3. Pengkomunikasian informasi terhadap pihak pemakai laporan.
Pengertian Akuntansi

Pengertian Akuntansi

Image Courtesy of -Marcus- / FreeDigitalPhotos.net

Dari ilmu akuntansi ini memuat dua hal pengertian , yaitu yang pertama yaitu Pengertian Akuntansi dalammemberikan jasa atau dapat dikatakan bahwa harus senantiasa memanfaatkan sumber–sumber yang ada seperti sumber daya alam, tenaga kerja serta kekayaan keuangan secara bijaksana sehingga bisa memaksimalkan akan manfaat demi kesejahteraan masyarakat sekitar. Maka semakin baik sistem akuntansi dalam pengukuran dan pelaporan terhadap biaya penggunaan sumber daya ini, maka akan semakin baik pula keputusan yang di ambil. Sedangkan yang kedua yaitu Pengertian Akuntansi dalam menyediakan informasi keuangan yang bersifat kuantitatif dan setelah itu digunakan yang berhubungan pada evaluasi kualitatif dalam perhitungan. Sehingga untuk informasi yang masa lalu sangatlah berguna bagi perusahaan demi pengambilan keputusan ekonomi pada masa mendatang. Ada tingkat kepekaan yang mendasar untuk memperoleh keputusan yang cukup efisien dan efektif.

Konsep-konsep dasar akuntansi dalam penerapan akuntansi perlu diperhatikan beberapa hal, yaitu sebagai berikut (Sugiarto, 1999:54):

a. Kesatuan usaha

Menurut Sugiarto dan Suwardjono, ini diartikan sebagai konsep yang mengatakan bahwa dari akuntansi pada suatu perusahaan harus dianggap sebagai orang atau organisasi yang berdiri sendiri, bertindak atas nama sendiri serta terpisah oleh pemilik.

b. Dasar–dasar pencatatan

Ada dua macam dasar pencatatan yang dipakai dalam mencatat transaksi pada ilmu akuntansi yaitu sebagai berikut :

  1. Dasar kas

Dasar dalam Pengertian Akuntansi yang mengakui adanya pendapatan dan melaporkan pada saat kas diterima serta mengakui beban yang kemudian mengurangkannya dari pendapatan pada saat pengeluaran kas untuk membayar beban tersebut dalam masa periode tertentu.

  1. Dasar akrual

Dasar dalam Pengertian Akuntansi yang mencatat setiap transaksi yang terjadi tanpa harus mengetahui dan memperhatikan apakah kas telah diterima ataukah belum.

c. Transaksi

Peristiwa atau kejadian pada suatu perusahaan yang bisa menyebabkan adanya perubahan untuk aset atau jumlah harta, kewajiban (hutang) dan ekuitas (modal).

d. Unit moneter

Unit moneter dalam Pengertian Akuntansi berperan sebagai alat untuk mengukur suatu objek atau kegiatan  perusahaan serta menganggap hal tersebut sebagai nilai uang yang normal dan stabil dari waktu ke waktu.

e. Kelangsungan Usaha

Sebuah asumsi akuntansi yang di mana suatu perusahaan akan bisa berjalan terus sampai pada waktu yang tidak dapat lagi ditetapkan ataupun cukup lama untuk melaksanakan perencanaannya.

f. Konsep periode waktu

Konsep yang menyatakan bahwa dalam Pengertian Akuntansi memakai periode waktu untuk menajdi dasar dalam pengukuran dan penilaian demi kemajuan organisasi atau perusahaan.

g. Konsep Penandingan

Menurut C. Rollin Niswonger, Carl S. Warren, James M. Reeve, Philip E. Fess, Matching Concept, konsep ini berarti sebuah konsep akuntansi yang turut mendukung adanya pelaporan pendapatan dan beban serta berkaitan untuk periode yang sama.

Perkembangan ilmu akuntansi

Pencatatan untuk menghitung atas harta ataupun kekayaan telah hadir dan sangat dibutuhkan sejak manusia mengenal arti dari nilai suatu barang dan alat tukar. Sebelum manusia itu mengenal arti pada suatu barang, maka pemenuhan kebutuhan mereka dilakukan dengan cara barter atau disebut dengan tukar-menukar barang tanpa perlu memperhatikan apakah nilai suatu barang dan pencatatan keuangannya. Namun ketika manusia sudah mengenal arti suatu barang, mereka melakukan tukar-menukar barang dengan memperhatikan nilai barangnya dan perlu melakukan pencatatan perhitungan atas harta kekayaannya.

Jadi awalnya dari itu dimulai dengan melakukan pencatatan diatas batu, kulit kayu ataupun tanah liat. Hal ini dilakukan sampai berabad-abad sebelum Masehi. Maka untuk pencatatan seperti ini sudah bisa berkembang dari waktu ke waktu berdasarkan pada peradaban manusia meskipun belum terlalu lengkap tatanannya saat itu dan belum bisa dilakukan secara sistematis.

Adapun yang menjadi unsur yang secara langsung berpengaruh pada proses pengukuran posisi keuangan atau biasa disebut sebagai neraca yaitu aktiva (aset), kewajiban (hutang), dan ekuitas (modal). Sedangkan untuk unsur yang berhubungan dengan pengukuran kinerja perusahaan dalam laporan laba rugi ialah pendapatan dan beban. Maka untuk laporan keuangan pada suatu perusahaan sudah pasti dikerjakan oleh bagian keuangan atau administrasi, akan tetapi dapat juga memanfaatkan jasa laporan keuangan atau sering kita mengenalnya sebagai analisa keuangan maupun akuntan publik. Para praktisi akuntansi bisa kita disebut sebagai akuntan dan mereka memiliki sertifikat yang resmi dan memiliki gelar tertentu yang berbeda untuk tiap negara. Misalnya yaitu Chartered Accountant (FCA, CA or ACA), Chartered Certified Accountant (ACCA atau FCCA), Management Accountant (ACMA, FCMA atau AICWA), Certified Public Accountant (CPA), dan Certified General Accountant (CGA). Sedangkan negara Indonesia, akuntan publik hanya memiliki satu gelar bersertifikat resmi  yang disebut dengan CPA Indonesia.

Tweet about this on Twitter0Share on Facebook0Share on Google+0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on Tumblr

Nurul Isma