Pengertian Asuransi

Pengertian Asuransi 4.56/5 (91.18%) 53 votes

Sebagian besar orang beranggapan bahwa Pengertian Asuransi merupakan metode praktis dalam penanganan berbagai risiko baik besar maupun kecil. Inilah mengapa banyak orang menggunakan asuransi sebagai pilihan untuk mengurangi risiko kerugian terhadap pribadi sendiri serta sanak keluarga ataupun dari sisi bisnis dalam suatu perusahaan. Jadi pada umunya asuransi dapat kita jumpai pada masyarakat yang dibagi berdasarkan segi karakteristik misalnya terhadap penyatuan kerugian, pembayaran kerugian yang tak terduga, ganti rugi dan risiko transfer.

Menurut sejarah perkembangan peradaban manusia, filosofi dari Pengertian Asuransi sebenarnya diadopsi pada konsep yang hampir sama ketika dimulai pada zaman kejayaan Yunani yaitu saat masa pemerintahan Alexander Agung. Dan kemudian dilanjutkan lagi pada masa Romawi yang di mana ketika itu terdapat berbagai perkumpulan yang cukup mirip terhadap konsep asuransi yang bernama Collegium Lambaesis dan Collegium Tenuiorum. Konsep ini secara singkat menyatakan bahwa para anggota akan memberikan sejumlah dana atau iuran yang telah dikumpulkan bersama dalam suatu tempat dan apabila ada salah satu anggota membutuhkan misalnya jika ada yang kecelakaan atau meninggal, maka akan diberikan semacam santunan kepada mereka yang memerlukan.

Sebenarnya mengenai konsep yang hampir mirip dengan Pengertian Asuransi juga telah terbentuk di negera Indonesia dalam semangat gotong royongnya sejak dahulu. Sedangkan asuransi masuk ke Indonesia sejak masa penjajahan Belanda dan cikal bakalnya perusahaan-perusahaan asuransi sebagian besar ada pada zaman penjajahan Belanda dan masa awal kemerdekaan. Perusahaan tersebut ialah Asuransi Jiwa Bumi Putera, Asuransi Jasa Raharja, Asuransi Jiwasraya, Asuransi Jasa Indonesia dan lain-lain.

Daya kontrak dalam Pengertian Asuransi  yaitu dimana pihak perusahaan asuransi akan memberikan ganti rugi pada pihak lain atas kerugian dalam jumlah yang tertentu dan jika ada kemungkinan kerugian ini ditentukan pada jangka waktu tertentu, maka bisa terjadi asalkan biayanya disebut sebagai premi dibayar. Secara umum, Pengertian Asuransi dikenal dengan nama kompensasi yang biasanya dihitung secara proporsional dengan kerugian yang diderita, sedangkan untuk asuransi jiwa biasanya dibayar dengan jumlah tetap. Jadi untuk jenis asuransi tersebut termasuk komponen yang begitu penting dari manajemen resiko dan ini merupakan suatu hal wajib di beberapa negara.

Asuransi akan turut memberikan perlindungan kerugian kepada sesuatu yang berwujud dan asuransi ini tidak dapat menjamin adanya kelangsungan bisnis, kepercayaan pelanggan serta tak bisa memberikan ganti rugi yang berupa keterampilan, pengetahuan, ataupun sumber daya untuk melanjutkan kegiatan operasional.

Pengertian Asuransi

Pengertian Asuransi

Images courtesy of phanlop88 / FreeDigitalPhotos.net

Unsur-unsur penting dalam Pengertian Asuransi

i)    Pengertian Asuransi merupakan suatu perjanjian

ii)   Premi termasuk pra-syarat dalam perjanjian

iii)  Pihak Penanggung akan memberikan ganti rugi pada pihak yang tertanggung

iv)  Kemungkinan terjadi sebuah peristiwa yang tak tertentu atau tidak jelas.

Pengertian Asuransi diartikan sebagai suatu perjanjian yang sebagaimana perjanjian yang lainnya akan tunduk terhadap hukum perikatan dan tercantum pada Buku Ketiga Kitab Undang-Undang Hukum Perdata tentang perikatan.

Sahnya suatu perjanjian asuransi akan diperlukan empat syarat, yaitu sebagai berikut:
i)    Adanya kesepakatan untuk mengikatkan diri antara kedua belah pihak

ii)    Terdapat kecakapan untuk membuat perjanjian atau perikatan

iii)    Ada suatu hal yang tertentu

iv)    Ada suatu sebab yang halal

Sedangkan adapula Pengertian Asuransi yang lain yaitu merupakan sebuah pelimpahan risiko dari pihak yang pertama kepada pihak lainnya. Berkenaan dengan pelimpahan ini, dikuasai oleh beberapa aturan hukum serta berlakunya prinsip dan ajaran secara umum yang dianut oleh pihak pertama maupun pihak yang lainnya.

Prinsip Asuransi

Dalam Pengertian Asuransi, terdapat prinsip dasar menurut KUH Dagang yaitu sebagai berikut :

1. Prinsip kepentingan yang bisa diasuransi

Prinsip kepentingan yang bisa diasuransikan dimuat dalam sebuah ketentuan Pasal 250 KUHD dan pada intinya agar perjanjian ini bisa dilaksanakan, maka objek yang asuransikan harus merupakan kepentingan yang dapat diasuransikan, maksudnya adalah kepentingan yang dapat dinilai dengan uang. Menurut perkataan lain bahwa asas ini menyatakan seseorang boleh mengasuransikan barang jika yang bersangkutan memiliki kepentingan atas barang yang dipertanggungkan.

2. Prinsip Subrogasi

Prinsip ini merupakan penggantian kedudukan yang tertanggung oleh pihak penanggung yang telah membayar ganti rugi dan dalam melaksanakan hak-hak tertanggung pada pihak ketiga dan kemungkinan menyebabkan terjadinya sebuah kerugian.

3. Prinsip Indemnitas

Prinsip Indemnitas terkandung dalam ketentuan Pasal 252 dan Pasal 253 KUHD. Prinsip ini menyatakan bahwa yang menjadi dasar penggantian kerugian dari pihak penanggung kepada yang tertanggung yakni sebesar kerugiannya yang telah jelas diderita oleh pihak tertanggung, maksudnya adalah tidak dibenarkan dalam mencari keuntungan dari ganti rugi asuransi. Jadi dengan kata lain yaitu bersifat rata atau seimbang antara kerugian yang betul-betul diderita oleh pihak yang tertanggung dengan jumlah ganti rugi.

4. Prinsip keterbukaaan

Prinsip keterbukaan terkandung dalam ketentuan Pasal 251 KUHD dan yang paling pokok untuk diketahui yaitu mengenai penutupan asuransi baru yang sah jika penutupannya didasari dengan sebuah itikad baik.

5. Prinsip Sebab Akibat

Prinsip ini menerangkan bahwa tertutupnya perjanjian asuransi maka akan menimbulkan kewajiban terhadap pihak penanggung untuk memberikan ganti rugi karena yang tertanggung menderita kerugian. Oleh karena itu, harus bisa ditentukan apakah peristiwa yang menjadi penyebab kerugian ini berada dalam tanggungan si penanggung. Menurut bahasa yang lain bahwa harus ditelusuri secara tepat yang berkaitan pada peristiwa tersebut dengan kerugian yang terjadi. Dan jika kerugian tersebut disebabkan oleh peristiwa yang tidak termasuk oleh penyebab kerugian yang diakui asuransi, maka pihak penanggung akan dibebaskan dari kewajibannya.

6. Prinsip Gotong Royong

Prinsip ini sudah jelas maknanya bahwa jika terdapat suatu penyelesaian masalah yang terjadi, maka akan dilakukan secara bersama-sama. Selain itu prinsip ini tidak saling menjatuhkan antara pihak yang tertanggung dan penanggung.

Tujuan dalam Pengertian Asuransi, yaitu sebagai berikut :

  • Untuk meningkatkan efisiensi agar tidak ada yang bersifat secara khusus untuk mengadakan pengawasan dalam memberikan perlindungan yang memakan banyak waktu, tenaga dan biaya. Serta asuransi ini digunakan sebagai bentuk tabungan.
  • Untuk memeratakan biaya, jadi cukup hanya dengan mengeluarkan biaya yang jumlahnya tertentu dan tidak mengganti atau membayar sendiri atas kerugian yang timbul dengan jumlah tidak tentu serta tidak pasti.
  • Menutup Loss of Earning Power seseorang ataupun badan usaha ketika tidak bisa bekerja
Tweet about this on Twitter0Share on Facebook0Share on Google+0Share on Reddit0Share on StumbleUpon0Share on Tumblr

Nurul Isma